Mempelajari Product Marketing: Mulai dari Dasar sampai Tantangan yang Dihadapi

Diperbarui 14 Mar 2023 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Di luar sana, banyak artikel yang menjelaskan bahwa product marketing adalah hal yang rumit.

    Padahal, kunci dari praktik product marketing cukup sederhana, yaitu gabungan antara pengembangan produk, penjualan, dan customer relationship management.

    Ingin tahu definisi, pilar-pilar yang harus diikuti dan dijalankan, benchmark keberhasilan, serta tantangan yang mungkin ditemui saat menjalankan pekerjaan satu ini?

    Baca sampai tuntas, yuk!

    Apa Itu Product Marketing?

    product marketing adalah

    © Freepik.com

    Pertama-tama, kita akan membahas mengenai apa itu product marketing.

    Secara definisi, Drift menyebutkan bahwa product marketing merupakan proses pemasaran produk kepada konsumen, dengan harapan mereka akan melakukan pembelian.

    Produk tersebut bisa berupa barang atau aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan.

    Dalam praktiknya, product marketing adalah gabungan dari sales, CRM (customer relationship management), dan juga product development itu sendiri.

    Kalau bicara product development, tentu yang jadi fokus utamanya adalah mengembangkan produk sebaik mungkin.

    Sales berfokus pada penjualan sebuah produk, sedangkan CRM fokusnya ada pada mengomunikasikan produk yang sudah ada tetap terjaga sustainability-nya.

    Nah, product marketing merupakan gabungan dari ketiga aspek tersebut.

    Para marketer di dalamnya bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk yang dipasarkan sudah sesuai dengan pasar yang dituju, sehingga tak hanya dibeli tetapi juga digunakan.

    Baca Juga: Product Marketing Skill yang Wajib Dikuasai Tahun 2020

    4 Pilar Utamanya

    Terdapat empat pilar utama dalam product marketing yang wajib dijalankan, agar pemasaran produk benar-benar optimal dan hasil sesuai dengan yang diinginkan.

    1. Riset pasar

    © Pexels.com

    Pilar pertama adalah riset pasar yang menjadi fondasi product marketing itu sendiri.

    Pasalnya, tanpa riset pasar yang mendalam, akan sulit bagimu untuk segmen pasar mana yang dituju, bagaimana cara menggapai mereka, dan lainnya.

    Variabel utama dalam riset pasar ini adalah subjek produk tersebut, siapa yang dituju, siapa yang kira-kira akan menggunakannya.

    2. Menentukan kriteria pasar yang spesifik

    © Freepik.com

    Setelah melakukan riset pasar, tahap lain yang penting dalam product marketing adalah menentukan kriteria konsumen yang spesifik.

    Di sini kita mencari tahu siapa market kita dan juga bagaimana kita bisa memberikan mereka produk yang dibutuhkan dan sesuai dengan keinginannya.

    3. Menentukan product persona

    product marketing adalah

    © Freepik.com

    Selanjutnya adalah membuat karakteristik produk berdasarkan karakteristik konsumen yang sudah ditemukan di tahap sebelumnya.

    Tahap ini juga bisa dikenal sebagai tahap membentuk product persona, fokusnya berada pada konsumen itu sendiri.

    Apa saja yang ditentukan?

    • key message yang ingin disampaikan
    • penyampaian pesan-pesan tersebut
    • channel mana yang harus digunakan (tradisional, media sosial, dan lainnya)
    • go to market

    Intinya, membentuk product persona akan membantu para product marketer untuk membentuk karakteristik produk berdasarkan konsumen yang sudah dimiliki.

    4. Product and market fit analysis

    © Freepik.com

    Pada tahap ini, product marketer akan terjun ke lapangan dan menganalisis apakah ketiga langkah sebelumnya sudah pas atau belum.

    Kalau sudah pas, akan ada kesinambungan antara produk dan pasar yang memang secara spesifik dituju dari awal.

    Artinya, konsumen sudah menerima produk yang dipasarkan dan senang menggunakannya.

    Baca Juga: Ini Dia Perbedaan dan Persamaan antara User dan Buyer Persona

    Benchmark Keberhasilan Product Marketing

    product marketing adalah

    © Studyworkgrow.com.au

    Setelah mengetahui pengertian dan pilar yang harus dijalankan, kira-kira apa saja, sih, yang menjadi patokan kesuksesan praktik product marketing?

    Tiga indikator kesuksesan product marketing yang paling umum antara lain adalah customer satisfaction, retention curve, dan growth/revenue rate.

    1. Customer satisfaction

    Untuk menentukan customer satisfaction, ada yang dinamakan net promoter score (NPS).

    NPS ini menunjukkan seberapa puas konsumen terhadap produk yang digunakan, sehingga bisa dijadikan acuan success rate produk tersebut.

    2. Retention curve

    Retention curve di sini merupakan data yang menunjukkan apakah setelah jangka waktu tertentu (biasanya untuk jangka panjang), konsumen tetap menggunakan produk yang kita berikan.

    Penilaian ini digunakan untuk produk-produk yang sudah ada di pasaran dan bukan yang baru saja dikeluarkan.

    Cara menghitungnya seperti ini:

    Jumlah pelanggan – Pelanggan yang terus menggunakan produk

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    Jumlah pelanggan

    x 100%

     

    3. Growth/revenue rate

    Benchmark kesuksesan terakhir dari product marketing adalah growth/revenue rate.

    Beberapa hal yang masuk ke dalam perhitungan antara lain adalah:

    • jumlah konsumen
    • jumlah produk yang digunakan

    Itu semua biasa tergabung ke dalam GMV (gross metrics value) atau bisa juga ARPU (average revenue per unit).

    Perhitungan ini nantinya akan menentukan performa produk, apakah sudah, belum, atau bahkan melebihi target yang ditentukan.

    Baca Juga: Mengenal Sales Force Automation, Proses yang Bisa Hemat Waktu Penjualanmu

    Tantangan yang Sering Ditemukan

    Sebagai product marketing manager, tugas utama yang dimiliki adalah untuk mendorong konsumen agar melakukan konversi.

    Tak sampai di situ saja, kita juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk tersebut tak hanya dibeli saja, tetapi tetap dipakai.

    Istilah teknisnya adalah memastikan customer lifetime value (CLV) tetap besar, sehingga perusahaan tetap mendapat keuntungan juga.

    Nah, ini merupakan salah satu tantangan yang paling berat dalam menjalankan product marketing.

    Bisa dibilang bahwa lebih mudah mendapatkan konsumen baru dibandingkan mempertahankan yang lama.

    Cara mengatasinya? Dengan memfokuskan setiap proses yang dijalankan ke dalam perspektif konsumen.

    Salah satu yang paling penting untuk diperhatikan adalah product persona, karena dari situ kamu bisa mempelajari consumer behavior itu seperti apa.

    Intinya, jika ingin sukses dalam product marketing, salah satu hal yang harus ditanamkan adalah pemikiran, “To win the game is to win our consumer’s hearts”.

    Kalau ingin belajar lebih lanjut, kamu bisa mengikuti kelas saya, “Intensive Program: Master the Basics of Product Marketing” pada hari Senin, 22 Maret pukul 18.00 – 20.00, eksklusif di Glints ExpertClass.

    Kelas ini merupakan program intensif, sehingga kamu akan langsung menguasai ilmu dan praktik dasar dari product marketing.

    Menarik, kan? Langsung cek di sini untuk membeli tiketnya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait